Jumat, 05 Februari 2016

Laporan Praktikum 9. Strobilus Gymnospermae (Morfologi Tumbuhan)

 
PRAKTIKUM IX
Topik               :  Strobilus Gymnospermae.
Tujuan             : Mengenal berbagai bentuk strobilus jantan dan betina pada  beberapa Gymnospermae dan bagian-bagiannya.
Hari/tanggal    :  Kamis/25 April 2013
Tempat            :  Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

  1. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
1.      Baki/nampan
2.      Lup
3.      Alat tulis
BAHAN         :
1.      Daun Strobilus jantan dan betina Pinus (Pinus merkussi Jungh. & De Vriese)
2.      Daun Strobilus jantan dan betina Pakis Haji (Cycas rumphii L.)
3.      Daun Strobilus jantan dan betina Melinjo (Gnetum gnemon L.)

    II.            CARA KERJA

1.      Mengamati bagian-bagian dari strobilus: sisik, bakal biji, tangkai sporofil, tangkai strobilus, biji dan sayap.
2.      Mengamati bagian-bagian daun, duduk daun dan deskripsi daun.

 III.            TEORI DASAR

            Berdasarkan letak bakal bijinya, divisio Spermatophyta dibagi dalam dua sub divisio, yaitu Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya tidak berada dalam daun buah, tetapi menempel pada daun buah dan terlihat dari luar, sehingga dinamakan tumbuhan biji terbuka. Sedangkan Angiospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya berada dalam daun buah dan tidak terlihat dari luar, sehingga dinamakan tumbuhan biji tertutup.

Ciri-ciri morfologi tumbuhan biji terbuka antara lain:
1.      Berakar tunggang
2.      Daun sempit, tebal dan kaku
3.      Bunga yang sesungguhnya belum terdapat, berupa daun buah dan badan penghasil serbuk sari yang disebut strobilus. Ada 2 macam strobilus yaitu strobilus jantan yang tersusun dari badan penghasil serbuk sari dan strobilus betina yang tersusun dari daun buah.
4.      Terjadi pembuahan tunggal (hanya menghasilkan zigot saja) selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan cukup lama
Ciri-ciri anatomi:
  1. Akar dan batang berkambium, sehingga dapat tumbuh membesar (pertumbuhan sekunder).
  2. Pada ujung akar terdapat sel-sel pemula yang menghasilkan sel-sel kaliptra ke arah luar dan sel-sel ke arah dalam, tetapi tidak jelas batang kaliptra dengan ujung akar.
  3. Batang tidak mempunyai fleoterma (sarung tepung), yaitu endodermis yang mengandung zat tepung.
  4. Buluh kayu pada berkas batang pengangkut akar dan batang terbentuk dari trakeid saja sehingga bersifat homogen.
            Pada pertumbuhan gymnospermae, daun kadang-kadang berupa helaian, serupa kulit, cukup besar ataupun berbentuk jarum atau sisik-sisik kecil. Bunga berkelamin satu berumah satu atau dua, telanjang. Bunga jantan mirip untai (amentum), benang sari banyak, tangkai sari dengan ujung perisai ini. Bunga betina, yang diberi nama “kerucut” dengan banyak sisik kerucut berjejal rapat dan tersusun spiral, ini dengan perisai di ujung dengan satu bakal biji pada sisi atas dekat pangkal, kadang-kadang mendukung sisik yang kedua (sisik buah), dan ini dari atas dengan bakal biji. Kerucut buah pada waktu masak jatuh bercerai berai. Biji bersayap atau tidak.



 IV.            HASIL PENGAMATAN

  1. Pinus (Pinus merkussi )
Keterangan :
1. Sisik
2. Tangkai strobilus
3. Daun pelindung


a.  Strobilus jantan           






3


      Menurut literatur :
Keterangan :
1. Sisik
2. Tangkai strobilus
3. Daun pelindung

1




2



3
3




     Anonim.2013.a
Keterangan :
1. Sisik
2. Tangkai strobilus
3. Biji
4. Sayap

      b.    Strobilus betina








Keterangan :
1. Sisik
2. Biji
3. Sayap
4. Tangkai strobilus

      Menurut literatur :
4







3



      Anonim.2013.b
  1. Strobilus Pakis Haji (Cycas rumphii L.)
Strobilus jantan
Strobilus betina
 








Keterangan :
1. Sisik
2. Ovulum
3. Tangkai strobilus
4. Daun buah

 










      Menurut literatur :
2



3




4

1


Keterangan :
1. Sisik
2. Daun buah
3. Ovulum
4. Tangkai strobilus

      Anonim.2013.c






  1. Keterangan :
    1. Biji
    2. Benang sari (jantan)
    3. Putik (betina)
    4. Tangkai strobilus

    Strobilus Melinjo (Gnetum gnemon L.)















      Menurut literatur :
Keterangan :
1. Biji
2. Benang sari
3. Putik
4. Tangkai strobilus

1

2



3




4


      Anonim.2013.d

    V.            ANALISIS DATA

1.   Pinus (Pinus merkussi Jungh. & De Vriese)
Klasifikasi
Kingdom             : Plantae
Divisio                 : Pinophyta
Sub divisio           : Pinophytina
Classis                  : Coniferopsida
Ordo                    : Coniferales
Familia                 : Pinaceae
Genus                  : Pinus
Species                 : Pinus merkussi Jungh.
Sumber                : Cronquist. 1981
                                                                Dari pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa Pinus (Pinus merkusii) umumnya berumah satu, strobilus jantan dan strobilus betina terdapat dalam satu pohon. Strobilus betina terletak agak jauh dari ujung cabang; terdiri dari sisik-sisik ovula yang tersusun secara spiral. Biji pada pinus biasanya bersayap. Strobilus jantan terdapat di ujung cabang, membawa banyak mikrosporofil yang tersusun secara spiral. Pada bunga jantan memiliki panjang ± lk 2 cm, terletak pada pangkal tunas muda, silindris dan sedikit berbangun telur. Bijinya berbentuk pipih dan bulat telur dilengkapi dengan sayap, dihasilkan pada setiap dasar bunga atau sisik buah, setiap sisik menghasilkan dua biji, biji biasanya berwarna putih kekuningan.
                                                               Strobilus jantan dan betina pada pinus tidak tergabung menjadi satu tetapi terpisah, namun masih berada pada satu pohon yang sama. Strobilus jantan membawa banyak mikrosporofil yang tersusun spiral, pada tiap mikrosporofil terdapat sepasangmikrosporangia, mikrospora bersayap. strobilus betina membawa membawa sejumlahsisik-sisik ovula yang tersusun spiral seperti pada strobilus jantan, sisik ovultumbuh pada ketiak sisi braktea, setiap sisik ovul membawa 2 ovul pada permukaan atasnya. Bijinya merupakan biji yang bersayap. Strobilus betina yang sudah masak tumbuh menjadi konus atau runjung yang mengeras dan mengayu.   

2.   Pakis haji (Cycas rumphii L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Pinophyta
Sub divisio            : Cycadophytina
Classis                   : Cycadopsida
Ordo                      : Cycadales
Familia                  : Cycadaceae
Genus                    : Cycas
Species                  : Cycas rumphii L.
Sumber                  : Cronquist. 1981
Berdasarkan hasil pengamatan dan litratur yang ada, pakis haji termasuk tumbuhan berumah dua karena strobilus jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda. Bunga-bunga tersusun dalam strobilus, setiap bunganya berkelamin satu. Strobilus jantan terletak di ujung batang, terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun spiral. Setiap mikrosporofil mempunyai bagian yang steril sebelah atas berupa tudung dan bagian yang fertil di sebelah bawah yang banyak membawa mikrosporangia di permukaan bawahnya. Setiap mikrosporangia membawa banyak serbuk sari.Mempunyai tangkai pendek berwarna kuning cerah, panjang 30-70 cm, dan tebal 15 cm, semakin keatas maka semakin menyempit kuat, berbentuk seperti baji dan berakhir dengan ujung yang membengkok.
Bijinya terdiri dari masasel yang parenkimatis yang biasanya disebut nuselus (megas porongium). Jika dibelah secara melintang atau membujur akan terlihat lapisan ectoderm, mikrofil, lapisan mesoderm dan lapisan endoderm. Bijinya berbentuk bulat memanjang dan berwarna coklat orange.
Strobilus betina juga terdapat di ujung batang, membawa banyak makrosporofil yang bisa lepas satu sama lain atau kompak, pada strobilus betina ini terdapat biji.Daun buah panjangnya 25-40 cm, bergerigi, berakhir dengan ujung yang panjang dengan tepi rata dan lancip. Strobilus betina ini membawa banyak makrosporofil yang bias lepas satu sama lainnya. Setiap makrosporofil mempunyai banyak bagian yang steril di sebelah atas dan bagian yang fertil di sebelah bawah yang membawa 2-8 ovul. Bijinya bulat memanjang, dengan panjang 4-6 cm dan berwarna cokelat oranye.

3.   Melinjo (Gnetum gnemon L.)
Klasifikasi
Kingdom               : Plantae
Divisio                   : Pinophyta
Sub divisio            : Gnetophytina
Classis                   : Gnetopsida
Ordo                      : Gnetales
Familia                  : Gnetaceae
Genus                    : Gnetum
Species                  : Gnetum gnemon L.
Sumber                  : Cronquist. 1981
             Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, melinjo sebenarnya merupakan tumbuhan berumah satu, dimana kelamin jantan (benang sari) dan kelamin betina (putik) terdapat pada satu pohon. Bagian atas bunganya terdapat benang sari yang berbentuk memanjang tipis seperti benang, dan bagian bawahnyan terdapat putik. Memiliki embrio dengan 2 kotiledon. Bunga jantan berbentuk panjang, karangan bunga 5-8. Setiap bunga jantan memiliki perigonium (tenda bunga) berbentuk corong dengan satu stamen yang membawa 2 antera. Pada setiap buku dari strobilusbetina hanya terdapat satu lingkaran bunga-bunga betina. Bunga betina rudimeterdan berbentuk seperti bola. Bulir betina panjangnya 6-10 cm, karangan bunga 3-8,berbunga 5-12 buah, elliptis atau berbentuk bulat telur terbalik. Bunga betinamemiliki dua integumen yaitu integumen luar dan integumen dalam. Buah duduk padawaktu masak berwarna merah, panjangnya 2-2,5 cm. Kulit biji melinjo terdiri dari lapisan kulit luar, lapisan kulit tengah dan lapisan kulit dalam.
      Bunga jantan berwarna hijau kekuningan. Selain tersusun secara bertingkat strobilusnya berbuku-buku, pada setiap buku terdapat kupula yang dibentuk dari sisik-sisik braktea yang bersatu. Untuk strobilus jantan pada setiap buku terdapat 1 lingkaran bunga-bunga yang steril di sebelah atas dan dibawahnya terdapat beberapa lingkaran bunga-bunga jantan. Sedangkan pada strobilus betina hanya terdapat 1 lingkaran bunga-bunga betina. Setiap bunga betina mempunyai perigonium yang berdaging dengan 1 ovul yang mempunyai 2 integumen yaitu integumen luar dan integumen dalam. Pada bunga betina terdapat bakal biji yang terbungkus daun buah. Jika dibelah secara membujur atau melintang bijinya terbagi menjadi tiga bagian yaitu eksodermis (kulit luar), mesodermis (kulit tengah) dan endodermis (kulit daun).

 VI.            KESIMPULAN

1.      Strobilus merupakan alat reproduksi pada tumbuhan berbiji terbuka misalnya pada pinus dan pakis haji serta melinjo.
2.      Secara umum, bagian-bagian dari strobilus diantaranya : sisik, bakal biji, tangkai sporofil, tangkai strobilus, biji dan sayap.
3.      Pada Pinus (Pinus merkusii Jungh. & De Vriese) strobilus betinanya tersusun atas sisik-sisik ovula yang tersusun secara spiral. Strobilus jantannya tersusun atas mikrosporofil yang tersusun spiral,
4.      Pada Pakis haji (Cycas rumphii L.) strobilus betinanya membawa makrosporofil yang bisa lepas satu sama lain dan strobilus jantan jarang ditemukan.
5.      Pada Melinjo (Gnetum gnemon L.) strobilus  berbuku-buku dengan terdiri atas beberapa lingkaran bunga jantan dan betina.
 Laporan full (+gambar) ini bisa didownload di akun slideshare saya, minimal seminggu setelah diterbitkan di blog ini dengan mengunjungi slideshare saya yang juga bisa diklik di menu utama blog ini..

Kamis, 04 Februari 2016

Laporan Praktikum 8. Akar dan modifikasinya (Morfologi Tumbuhan)



PRAKTIKUM VIII

Topik                        :  Akar dan modifikasinya
Tujuan                      :  Mengenal tipe-tipe akar dan bentuk-bentuk akar serta modifikasi dari akar pada beberapa tumbuhan
Hari / tanggal           :  Kamis / 18 April 2013
Tempat                     :  Laboratorium Biologi FKIP UNLAM

I.  ALAT DAN BAHAN
Alat            :  1.    Baki
                       2.     Alat tulis
                       3.    Lup       
Bahan        :  1.   Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
2.       Lombok (Capsicum sp)
3.       Terong (Solanum sp)
4.       Wortel (Daucus carota L.)
5.       Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)
6.       Singkong (Manihot utillisima Burm. F.)
7.       Laos (Alpinia galanga)
8.       Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
9.       Padi (Oryza sativa L.)
10.   Benalu (Loranthus sp)
11.   Sirih (Piper betle L.)

II.  CARA KERJA
1.      Mengamati bagian-bagian akar: leher akar, ujung akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut-rambut akar dan tudung akar.
2.      Mengamati tipe perakaran: serabut atau tunggang.
3.      Mengamati bentuk modifikasi akar : tombak, gasing, benang.
4.      Mengamati bentuk-bentuk dari modifikasi akar : akar udara, akar penghisap, akar pelekat, akar pembelit, akar nafas, akar tunjang, akar lutut atau akar banir.
5.      Menggambar hasil pengamatan.

III.  TEORI DASAR
Akar adalah bagian pokok yang ketiga di samping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya telah merupakan kormus. Akar pada umumnya mempunyai sifat-sifat yaitu:
a.    Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat di dalam tanah dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya.
b.   Warnanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan
c.    Tumbuh terus pada ujungnya tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika dibandingkan dengan batang.
d.   Berbentuk meruncing, sehingga lebih mudah untuk menembus tanah.
Bagi tumbuhan akar mempunyai fungsi untuk :
1.   Memperkuat berdirinya tanaman
2.   Menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut dalam air dari dalam tanah
3.   Tempat penimbunan makanan
Bagian-bagian akar pada umumnya dapat dibedakan menjadi 7, yaitu:
a.    Leher akar atau pangkal akar (collum)
b.   Ujung akar (apex radicis)
c.    Batang akar (corpus radicis)
d.   Cabang-cabang akar (radix lateralis)
e.    Serabut akar (fibrilla radicalis)
f.    Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (pilus radicalis)
g.   Tudung akar (calyptra)
Pada tumbuhan lazimnya dibedakan dua macam sistem perakaran yaitu sistem akar tunggang (radix primaria) dan system serabut (radix adventiaca). Berdasarkan percabangannya dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan   atas :
1)   Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang.
Akar tunggang yang tudak bercabang ini biasanya berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan sehingga memiliki bentuk yang istimewa, seperti:
a.       Berbentuk sebagai tombak (fusifermis)
b.      Berbentuk gasing (napiformis)
c.       Berbentuk benang (filiformis)
2)   Akar tunggang yang bercabang.
Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya bercabang lagi, sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang dan juga daerah perakaran menjadi amat luas, hingga dapat diserap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
Sistem perakaran serabut pada tanaman dapat dibedakan atas 3 hal, yaitu :
a.       Akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang.
b.      Akar-akar serabut kaku keras dan cukup besar seperti tambang.
c.       Akar serabut besar-besar, hampir sebesar lengan.
Dilihat dari cara hidup suatu tanaman, maka pada berbagai jenis tumbuhan, sering kita temukan akar-akar yang mempunyai sifat dan fungsi yang khusus, misalnya:
1)   Akar udara atau akar gantung (radix aereus)
2)   Akar penggerek atau akar penghisap (haustrorium)
3)   Akar pelekat (radix adligans)
4)   Akar pembelit (crhus radicalis)
5)   Akar nafas (pneumatophora)
6)   Akar tunjang
7)   Akar lutut
8)   Akar banir

IV. HASIL PENGAMATAN
1.  
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Ujung akar
4. Cabang akar

Akar Rumput Teki ( Cyperus rotundus L.)






Keterangan :
1. Leher akar
2. Cabang akar
3. Ujung akar

     Menurut Literatur :
1
2
3




  

    Anonim.2013.a
Keterangan :
1. Leher Akar
2. Cabang akar
3. Batang akar
4. Serabut akar
5. Ujung akar


2. Akar Lombok (Capsicum sp)

   




Keterangan :
1. Leher Akar
2. Cabang akar
3. Batang akar
4. Serabut akar



    Menurut literatur :
2
3
1
4





    Anonim.2013.b
Keterangan :
1.    Leher akar   
2.    Cabang akar         
3.    Batang akar              
4.    Serabut akar
5.    Ujung akar            



3. Akar Terong (Solanum sp)







Keterangan :
1.    Leher akar   
2.    Cabang akar         
3.    Batang akar              
4.    Serabut akar
5.    Ujung akar            





     Menurut literatur
1
2
3
4
5

   Anonim.2012.c

4. Akar Wortel (Daucus carota L.)
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Serabut akar







   
5
4
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Serabut akar

  Menurut literatur
1
6
2
2
3




  Anonim.2013.d
5. Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)
Keterangan :
1. Leher akar
2. Pangkal akar
3. Batang akar
4. Serabut akar

 






Keterangan :
1. Leher akar
2. Pangkal akar
3. Batang akar
4. Serabut akar

     Menurut literatur :
1
2
3
4






   Anonim.2013.e
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Serabut akar


6. Akar Singkong (Manihot utillisima Burm. F.)






 
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Serabut akar


  Menurut literatur :
1
2
3





  Anonim.2013.f
Keterangan :
1. Rimpang
2. Leher akar
3. Cabang akar
4. Ujung akar

7.   Akar Laos (Alpinia galanga)






Keterangan :
1. Leher akar
2. Cabang akar
3. Ujung akar

      Menurut literatur :
1


2
                    
3
 



      Anonim.2013.g
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Ujung akar

8.  Akar Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)







Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Ujung akar

     Menurut literatur :
1
3
4
2
 






    Anonim.2013.h
Keterangan :
1. Leher akar
2. Batang akar
3. Serabut akar
4. Ujung akar

9.  Akar Padi (Oryza sativa L.)









    Menurut literatur :
Keterangan :
1. Leher akar
2. Serabut akar
3. Ujung akar

3
1
2







           
    Anonim.2013.i
Keterangan :
1. Batang akar
2. Cabang akar
3. Leher akar

10.  Akar Benalu (Loranthus sp)








Keterangan :
1. Batang akar
2. Cabang akar
3. Leher akar

       Menurut literatur :
1
3
2






      Anonim.2013.j
Keterangan :
1. Leher akar
2. Cabang akar
3. Ujung akar

11.  Akar Sirih (Piper betle L.)











Keterangan :
1. Leher akar
2. Cabang akar
3. Ujung akar

       Menurut literatur :
1
2
3






      Anonim.2013.k
V. ANALISIS DATA
1.Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
     Klasifikasi :
Divisio        : Magnoliophyta
Classis         : Liliopsida
Sub classis  : Commelinidae
Ordo           : Cyperales
Familia        : Cyperaceae
Genus         : Cyperus
Species        : Cyperus rotundus
(Van Steenis, 2003) 
        Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman rumput teki memiliki bagian-bagian akar seperti leher akar, batang akar, dan cabang akar. Sistem perakarannya adalah akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan mati atau kemudian di susul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar yang keluar dari pangkal batang. Akar rumput teki memiliki banyak percabangan dan akar rumput teki memiliki banyak anak cabang akar, akar rumput teki memiliki rambut-rambut halus. Akar rumput teki tumbuh memanjang dan menyebar di dalam tanah. Bentuk akar serabut ini seperti benang dan tidak mengalami modifikasi. Rumput teki mempunyai cabang batang yang disebut geragih, yaitu cabang-cabang kecil panjang yang tumbuh merayap di permukaan tanah, dari buku-bukunya ke atas keluar tunas baru dan ke bawah tumbuh akar-akar.
2. Akar Lombok (Capsicum sp.)
Klasifikasi :
Divisio        : Magnoliophyta
Classis         : Magnoliopsida
Sub classis  : Asteridae
Ordo            : Solanales
Familia        : Solanaceae
Genus                     : Capsicum
Species        : Capsicum sp.
(Van Steenis, 2003) 
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa lombok (Capsicum sp.) mempunyai sistem perakaran tunggang. Akar tanaman ini tidak mengalami modifikasi. Bentuk akarnya adalah akar tunggang yang bercabang (ramosus). Akar cabai dapat dilihat dengan jelas mana pangkal dan ujung akarnya, dan pada akar cabai dapat terlihat jelas juga batang akar, cabang akar dan serabut akar. Sistem akar pada cabai adalah sistem akar tunggang. merupakan tipe akar tunggang berbentuk benang. Batang akarnya berbentuk kerucut panjang, tumbuh terus ke bawah, bercabang dan cabangnya bercabang-cabang lagi. Bagian-bagian akar yaitu leher akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, dan rambut-rambut akar dan tudung akar.




3.  Akar Terong (Solanum sp.)
Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Asteridae
Ordo                       : Solanales
Familia                    : Solanaceae
Genus                     : Solanum
Species                    : Solanum sp.
(Van Steenis, 2003) 
        Terong memiliki sistem perakaran tunggang hal ini dapat dilihat dengan jelas dimana bagain-bagian batang akar, cabang akar, dan serabut akar. Akar pada tanaman ini tidak mengalami modifikasi. Terong dikatakan akar tunggang karena pada terong akar primernya tumbuh terus menjadi akar pokok , pada akar ini kemudian tumbuh caang-cabang dan serabut akar.
4. Akar Wortel (Daucus carota L.)
Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Rosidae
Ordo                       : Apiales
Familia                    : Apiaceae
Genus                     : Daucus
Species                    : Daucus carota L.
(Van Steenis, 2003) 
Dari hasil pengamatan, diketahui bahwa akar pada wortel merupakan akar tunggang yang sedikit memiliki cabang dan mempunyai bentuk yang istemewa yaitu bentuk tombak. Pangkalnya besar meruncing ke arah ujung dengan serabut-serabut akar tumbuh tersebar di bagian batang akar dan biasanya pada bagian ini menjadi tempat penimbunan makanan. Akar ini sangat jelas menunjukan akar pokoknya yaitu yang berbentuk tombak dan dijadikan tempat menyimpan cadangangan makanan.

5. Akar Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)

     Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Caryophyllidae
Ordo                       : Caryophyllales
Familia                    : Chenopohiceae
Genus                     : Pachyrrhizus
Species                    : Pachyrrhizus erosus Urb.
(Van Steenis, 2003)           
Dari hasil pengamatan, Bengkuwang memiliki perakaran tunggang yang memiliki sedikit cabang akar sama seperti halnya wotel tetapi berbeda dengan wortel bentuk akar bengkoang lebih menyerupai gasing, bukan tombak. Pada bengkuwang dapat dilihat dengan jelas mana pangkal akar dan ujung akarnya dan juga dapat ditemukan serabut akarnya. Akar atau umbi bengkuwang tidak mengandung racun seperti halnya pada batang dan daunnya.
6.  Akar Singkong (Manihot utillisima Burm. F.)
     Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Magnoliidae
Ordo                       : Rosales
Familia                    : Rosaceae
Genus                     : Manihot
Species                    : Manihot utillisima Burm. F.
(Van Steenis, 2003)
Berdasarkan hasil pengamatan, Singkong memiliki akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar . singkong (Manihot utillisima Burm. F.) mempunyai tipe perakaran tunggang. Bentuk akar ini separti tombak. Modifikasi akar pada singkong berupa umbi akar (tuber rhizogenum). Umbi ini berbentuk bulat atau tidak beraturan dan merupakan tempat penimbunan cadangan makanan. Cadangan makanan yang dis impan sebagian besar berupa zat tepung oleh karena itu akar atau umbi singkong banyak di konsumsi bahkan di beberapa daerah dijadikan makanan pokok pengganti nasi.
7.  Akar Laos (Alpinia galanga)
Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Liliopsida
Sub classis              : Zingiberidae
Ordo                       : Zingiberales
Familia                    : Zingiberaceae
Genus                     : Alpinia
Species                    : Alpinia galanga
(Cronquist, 1981)
        Berdasarkan hasil pengamatan, laos memiliki tipe perakaran serabut. Akar-akar pada laos langsung melekat pada batang utamanya yang terletak di dalam tanah. Bentuk akarnya seperti benang. Bagian-bagian dari akar serabut yang terdapat pada akar laos diantaranya adalah leher akar, batang akar, cabang dan rambut-rambut akar. Akar tanaman ini tidak mengalami modifikasi, rimpang yang nampak pada laos dan tumbuh di dalam tanah adalah modifikasi dari batang, bukan dari akar. Batang ini adalah modifikasi yang disebut rimpang yaitu batang yang tumbuh horizontal didalam tanah.




8.  Akar Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
     Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Liliopsida
Sub classis              : Liliidae
Ordo                       : Orchidales
Familia                    : Orchidaceae
Genus                     : Arachis
Species                    : Arachis flos-aeris
 (Cronquist, 1981) 
     Tanaman anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris) mempunyai sistem serabut. Bentuknya seperti benang yang besar. Dari hasil pengamatan, modifikasi akar ini berupa akar napas (pneumatophora). Akar ini keluar, menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah, gunanya untuk menyerap air dan zat gas dari udara. Sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air atau udara yang di sebut velamen. Tetapi setelah mencapai tanah bagian yang masuk tanah lalu berkelakuan seperti akar biasa yang menyerap air dan makanan dari tanah. Anggrek kalajengking mempunyai akar yang cukup unik yaitu memiliki perakaran gantung dan biasanya pada saat muda setelah agak tua akarnya akan menyentuh tanah dan berubah fungsi menjadi akar tunjang yang seakan-akan menunjang batang agar tidak roboh.
9.  Akar Padi (Oryza sativa L.)
     Klasifikasi :
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Liliopsida
Sub classis              : Commulinidae
Ordo                       : Cyperales
Familia                    : Poaceae
Genus                     : Oryza
Species                    : Oryza sativa L.
 (Cronquist, 1981) 
Dari pengamatan yang dilakukan, diketahui bahwa Padi merupakan tanaman yang memiliki perakaran serabut dan hal ini jelas merupakan ciri tanaman yang teramsuk kelompok monokotil. Akarnya hanya terdiri atas cabang akar dan untuk serabut akarnya sangat sulit dilihat. Padi (Oryza sativa L.) memiliki sistem perakaran serabut. Bentuk akar ini seperti benang. Ukuran serabut-serabut akar ini hampir sama satu sama lain.  Akar pada tanaman ini tidak mengalami modifikasi.
10. Akar Benalu (Lorantus sp.)
Klasifikasi
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Rosidae
Ordo                       : Santales
Familia                    : Lorantaceae
Genus                     : Lorantus
Species                    : Lorantus sp.
(Van Steenis, 2003) 
Berdasarkan hasil pengamatan, benalu merupakan tanaman parasit dan mempunyai sistem perakaran tunggang yang berupa akar penghisap atau akar penggerek. Akarnya ini berupa haustorium yang berbentuk bulat yang merupakan penghubung antara benalu dengan inangnya, dan modifikasi akar ini akan menembus kulit dari inangnya tapi tidak sampai ke bagian kayu yang dalam, melalui akar ini benalu mengambil sari makanan dari inangnya.
11. Akar Sirih (Piper betle L.)
Klasifikasi
Divisio                    : Magnoliophyta
Classis                     : Magnoliopsida
Sub classis              : Magnoliidae
Ordo                       : Piperales
Familia                    : Piperaceae
Genus                     : Piper
Species                    : Piper betle L.
(Cronquist, 1981)  
Berdasarkan hasil pengamatan, tanaman sirih mempunyai sistem perakaran serabut dan berbentuk benang. Pada pada akar tanaman sirih memiliki bagian-bagian seperti batang akar, cabang akar dan serabut akar. Akar pada tanaman sirih merupakan suatu modifikasi untuk memenuhi fungsinya dari akar yang disebut akar pelekat (radix adligans)  yaitu akar-akar yang keluar pada buku-buku batang tumbuhan memanjat dan berguna untuk melekatkan diri pada penunjangnya.

VI. KESIMPULAN
1.      Ada 2 macam sistem perakaran yaitu sistem akar tunggang (Radix primaria) dan sistem serabut (radix adventiaca).
2.      Sistem akar tunggang yaitu jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Contohnya pada tanaman lombok (Capsicum sp.) dan terong (Solanum sp.)
3.      Berdasarkan percabangannnya dan bentuknya, akar tunggang dapat dibedakan atas : akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang, dan akar tunggang yang bercabang.
4.      Akar tunggang yang becabang sedikit bisa berbentuk tombak (contohnya wortel), gasing (contohnya Bengkuwang), atau benang .
5.      Sistem akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati dan kemudian disusul oleh sejumlah akar yang sama besar  yang keluar dari pangkal batang. Contohnya akar laos (Alpinia galanga), akar pepaya (Carica papaya L.) dan akar padi(Oryza sativa).
6.       Akar bisa bermodifikasi untuk melakukan fungsi khusus, diantaranya akar pelekat pada sirih, akar penghisap pada benalu, akar gantung pada anggrek kalajengking, atau umbi akar pada tumbuhan singkong.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Amintarti, Sri. 2013. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNLAM.
Anonim.2013.a.https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhloaBRiVhnW0ZmPZ0Pa2O0pP3NgoY_LsyNH9UdRL9CemOCuYaHwB5-C7oz9vdM_sywCI6RO36spe7rRuNMBUOGGsfoF6LdanfEEefoR_rZzgBdEv93oVkbFOVqU5BOa1ZvZzpyOW8NVmY/s1600/cyperus-rotundus.jpg.
           Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.b.http://www.nationaalherbarium.nl/riceweedsweb/images/fimbrtom.gif. Diakses: 22April 2013.
Anonim.2013.c.http://2.bp.blogspot.com/p0SwrXVx6s4/ToV3M9bUEcI/AAAAAAAAAdc/obsKn1Bd-yA/s1600.jpg.
           Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.d.http://4.bp.blogspot.com/-0716.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.e. http://id.etrustedtips.com/wp-content/uploads/2012/11/manfaat-daun-sirih.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.f.http://1.bp.blogspot.com/uEAOq3EmA/TfMIrFTLSLI/AAAAAAAAAJE/0O32Ig-Ikm4/s1600/ _vector.jpg. Diakses: Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.g. http://fine-art-prints-store.com/images/21893-cactus.jpg.
           Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.h.http://4.bp.blogspot.com.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.i.http://2.bp.blogspot.com/_9T4s4q2ijqg/ 320/image-upload-112-798092.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.j.http://farm7.staticflickr.com/6203/6103682590_c5547571c9_m.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Anonim.2013.k.http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/ 144.jpg/.144.jpg. Diakses: 22 April 2013.
Tcitrosoepomo, Gembong. 1985. Morofologi Tumbuhan. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.


 Laporan full (+gambar) ini bisa didownload di akun slideshare saya, minimal seminggu setelah diterbitkan di blog ini dengan mengunjungi slideshare saya yang juga bisa diklik di menu utama blog ini..